Selasa, 20 Maret 2012

puisi perpisahan oleh Dra. Jumeimi Mulyati :)

Harapan yang Menderai di Padang Cita
Anak-anakku...
begitu nyata
bayangan tawa canda yang tergerai mesra
saat kita bersama merenda sejuta asa
untuk gemilang di masa depan
Kini masa tiba untuk melepasmu keharibaan maju
melangkahkan kaki sembari tegakkan pundak
menelusuri kehidupan dalam nuansa yang berbeda
menapaki jarak antara kita, merenda harapan merajut cita
meraih mentari yang masing menggantungkan langit asa
Anak-anakku...
tataplah matahari yang menantangmu dengan garang
jangan pernah surut oleh gamang
jangan pernah mundur karena takut
panasnya akan menghangatkan tubuhmu
sinarnya pemberi energi hidupmu
Dan...
bila malam memeluk sepi
jangan pernah ragu menggapai mimpi
teruskan perjuanganmu meraih segala damba
dalam nyanyian rembulan dan bintang-bintang yang berkelip
Doa tulus disetiap pijak yang tertempuh olehmu
adalah deru semangat yang akan membakar jiwamu
agar kau mengerti arti sebuah cita-cita
Dan...
pekikan kerinduan di sela-sela bahasa tangis
adalah harapan yang menderai di padang cita
agar kau kembali membangun negeri tercinta
seperti harapan bangsa  

                                                                     Jumeimi Mulyati 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar